23/02/13

akulah penyair



akulah penyair
kukangkangi kata-kata
kutiduri setiap abjad
kubuahi setiap malam
dengan nafsu memaki
mencerca.. menohok
melontarkan serapah
tumpah ruah

akulah penyair
mengukir setiap peristiwa
menjadi rintik hujan
yang kadang membadai
kadang liris
kadang menusuk
mematikan

akulah penyair
menggelandangi malam
menyusuri siang
dengan gelisah
dengan amarah

tak boleh nyaman
tak boleh aman

tak boleh

selalu siaga
selalu terjaga
meski lapar
meski terkapar

akulah penyair..
ya.. penyair

maka ibu mengusirku
bapak menghardikku
calon mertuwa menendangku
pacar meludahiku
teman-teman mengasihaniku
sambil nyinyir

lalu kucari lonte
kusetubuhi
dengan sisa honor kemarin
dari koran daerah
yang jelas murah
juga dari hasil ngamen
di acara LSM
yang hanya ngasih ongkos transport

tapi aku biasa jalan kaki
jadi uang itu bisa kupakai
beli wisky palsu,
juga perempuan
di pinggir jalan

akulah penyair
menyisakan hari
diwarnet murahan

memajang kata
yang sekarang ini
sedang anda baca

{rs}
#posting ulang puisi lama#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar