08/01/14

hujan

ke I
dia yang hadir saat aku sedang tak sedikitpun mengenangnya.
membagi wajah yang tak tercatat dalam lembar-lembar foto.
hanya menjadi ingatan dan itu sudah lama sekali.
ingatan yang makin menumpuk, mirip kue lapis.
ingatan yang rapuh dan rentan dimakan umur.

dia hadir baru saja. dalam tidur yang mencuri siang
sebentar saja.
alfatehah untukmu...

ke II
hujan seperti kamu.
keras kepala

jalanan kota telah limbung.
sebentar lagi ciliwung.
genangan tak terhitung.

sebentar lagi ribuan caci
terhambur di lini masa sosial media
di udara yang masih sembab
di televisi dan radio

di mulutmu yang membiru

@seblat | depok 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar