09/09/14

40th\40gambar

Begitu pentingkah umur 40 tahun untuk dicatat?
kalau itu kemudian menjadi pertanyaan yang harus di jawab, saya akan bilang "Tergantung apa yang kamu bayangkan dulu"

Kalau  mau membalik ingatan, ke jaman masih kuliah dulu, disaat umur masih 23 menjelang 24 tahun, membayangkan umur 40 tahun pasti akan tergambar diri kita sudah tua sekali. Saat umur sudah mendekat 50 tahun/ manula. Di fase itu bisa dipastikan sudah mapan dengan segala standar kemapanan yang diamini banyak orang tentu saja.
Punya rumah sendiri, Investasi tanah di beberapa tempat. Kendaraan roda empat penunjang aktifitas minimal punya satu, dan beberapa kendaraan roda dua baik yang bermesin atau kayuh, sebagai pemenuhan hobi atau sebagai penunjang aktifitas juga.
Lalu,  memiliki karir yang mapan atau usaha sendiri yang stabil omsetnya.
Sudah berkeluarga pastinya, Dengan minimal seorang istri dan anak-anak yang mulai tumbuh.

Bahkan ada teman bilang, kalau kamu di umur 40 belum mempunyai apapun, dipastikan kamu akan kere seumur hidup. Serem kan! dan saya yakin banyak yang meyakini itu :D

Makanya itu jadi pemicu beberapa kawan saya untuk cepat lulus kuliah (tidak seperti saya yang delapan tahun baru lulus), kemudian cepat mencari kerja. mendapat posisi yang berjenjang, baik di swasta ataupun di dalam institusi negara/ PNS, Dan yang pasti ya kawin. beranak pinak, sehingga saat umur empatpuluh anak sudah tumbuh.

Lalu hidup berjalan di relnya maisng-masing. Rel itu adalah pilihan kita, Yang membawa kemana cita-cita akan bermuara. Cita-cita itu dicatat di otak, Diolah menjadi energi yang akan menggerakkan tubuh, Dikuatkan dengan doa sesuai keyakinan masing-masing,
Lalu otak akan mengirim sinyal ke seluruh tubuh agar merealisasikan apa yang sudah menjadi keinginan/ yang kemudian disebut cita-cita. Tubuh lalu akan bergerak semaksimal usaha masing-masing orang untuk mewujudkan cita-cita yang sudah dipancarkan oleh otak tersebut. Tubuh akan bergerak sesuai perintah otak untuk melakukan apa saja sampai apa yang diinginkan tercapai.
Hasil capaian tentu saja dipengaruhi lingkungan dimana ia tinggal. Apakah lingkungan sekitarnya mendukung, atau justru mengempiskan keinginannya, Itulah tantangan.
Faktor orang di selingkungan hidup, mulai dari orang tua sampai saudara-saudara dipastikan akan memberi kontribusi apakah keinginan akan tercapai. Modal juga, jangan lupa.
Ya kalau kamu  mau kuliah demi menggapai cita-cita, maunya di kampus yang bagus tapi modal cekak ya pingsan aja.

Kira-kira begitulah gambaran tentang umur 40 tahun beserta capaian-capaian idealnya.
Meski sebenarnya saya tidak ingin membahas remeh-temeh di atas.
Sekedar basa-basi pembuka catatan saja.

Tulisan ini saya ikhtiarkan  sebagai  pengantar  proyek kecil-kecilan  saya yang saya beri judul "40th\40gambar"

 Dimulai pada hari senin tanggal 7 September 2014, saya  menggambar di atas blocknote dengan spidol atau balllpoint.

Saya akan mencatat  dalam bentuk visual,  realitas kehidupan keseharian yang saya rasakan mejelang umur 40 tahun.  Mulai dari opini saya tentang hidup, perasaan yang sedang mengganggu pikiran, harapan yang menggedor-gedor rasa ingin,  juga doa-doa.

Meski tampilannya tentu tidak realistik, karena kecenderungan visual saya memang tak pernah mengarah ke realisme, tetapi akan lebih ke permainan imajinasi, baik visual maupun temanya.

Pilihan visualnya saya adalah  gaya jadul yang mulai ditinggalkan, yaitu Vignet/vinyet, dengan kecenderungan menghias, melebih-lebihkan dekoratif, flat/datar dan bermain imajinasi.tentu saja.

40 gambar itu nantinya akan saya muat di zine "Vinyet Kota" kemudian dicetak sebanyak 50 eksemplar lalu dibagi ke 40 teman saya. Yang 10 buat dokumentasi pribadi

Bisa jadi , ini akan menjadi bagian capaian visual saya setelah cukup lama bergelut di dunia seni rupa, dan umur mencapai angka 40. Pilihan Vinyet sebagai gaya visual sangat mungkin akan  berubah, sesuai dinamika hidup, karena hidup tak akan berhenti melahirkan kreatifitas sampai saatnya raga mati.
 Tetapi untuk saat ini, gaya vinyet  yang saya pilih.






Tidak ada komentar: