02/09/14

Cerita Kemarin

Hampir tiga minggu saya di Jambi.
Yahh, urusan pekerjaan tentunya.
Sebagai sekrup dari sebuah lembaga yang konsen di bidang konservasi dan penyelamatan harimau sumatera, kemudian saya ada disitu sebagai pelaksana kegiatan edukasi untuk sekolah-sekolah di kawasan Taman Nasional Berbak yang terletak di Jambi.

Lalu saya berkeliling ke empat sekolah/SMP yang dipilih untuk berkampanye secara "mudah dan menyenangkan", melalui media komik dan menulis naratif,

"Berkeliaranlah" saya di Jambi dan sekitarnya.

Di sela bekerja itu, saya iseng mencoret-coret di kertas. Dengan niatan agar tidak kaku tangan ini, sekalian juga untuk memenuhi pesanan ilustrasi buat cerpen, teman-teman muda saya di majalah Surah yang berikhtiar menerbitkan kumpulan cerita pendeknya.

Keisengan ini ternyata menjadi catatan visual yang penting buat saya
Bisa jadi akan sepenting kegiatan edukasi yang sedang saya lakukan.

Dari berbagai tempat saya menggambar. Saat di atas mobil menuju sekolah, saat duduk di Simpang Malaka. Saat menunggu makanan masak di belakang rumah pak sekdes yang menghadap sungai air hitam, bahkan saat di dalam kelas menunggu anak-anak selesai menggambar komik.

Bermodal note book dan spidol kecil warna hitam, serta naskah buku berisi 10 cerita pendek, saya menginterpretasikan ulang cerita-cerita  kawan saya dalam bentuk visual dengan  mengikuti suasana hati dan interaksi saya di lapangan yang sebenarnya punya cerita sendiri.

Saya kadang hanya melihat poin-poin cerita pendek karya teman saya, lalu memvisualkan berdasarkan pengalaman visual lain yang muncul saat saya di lokasi kegiatan edukasi.
Itu tantangan yang menjadi pengalaman asik buat saya.

Dengan gaya jadul (vinyet) yang mulai ditinggalkan oleh para ilustrator/ perupa, saya mencoba membuat visual yang semoga menjadi gaya pribadi saya untuk saat ini.
Berikut hasilnya, silakan menikmati
gula kawung



antara ibu dan ayah

jalu mengasah golok

pohon avokado

jalan aspal bulan kelima

rahasia














Tidak ada komentar:

Posting Komentar