23/10/14

Gayatri

Kalau diberi karunia bisa bertemu, saya ingin belajar dengannya. Gadis manis berkemampuan luar biasa yang  menyita banyak perhatian orang beberapa waktu yang lalu.
Beberapa kali tampil di tv, salah satunya di acara Kick Andy.
Ia  lalu menunjukkan kemampuannya yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Sayapun kemudian kepo mencari alamat Fbnya untuk kemudian mengajaknya berteman yang ternyata bersambut. Saya lalu jadi bisa melihat wallnya. Celotehan-celotehannya, juga foto-foto yang ia pajang, tentunya terkait dengan aktivitasnya yang segambreng.

Saya melihat Sri mulyani di wajahnya. Mengira-ira, selepas kuliah anak ini pasti punya posisi penting atau kalau tidak ya dijadikan rebutan lembaga-lembaga baik pemerintah atau NGO. Kalau tidak jadi duta ya jadi pemegang salah satu posisi penting.

Saya bayangkan masa depannya pasti cerah ceria. Wajahnya lumayan cantik, ditambah kemampuan otaknya yang mampu membuatnya menguasai 11 bahasa bahkan lebih, bakal membuat laki-laki antri untuk mendapat perhatiannya.
Yang pasti kalau toh ia jomblo pasti jombo yang  berkualitas super.
Jomblo dengan pesan cinta bertubi-tubi, yang susah payah harus ditangkis dengan rompi anti peluru asmara.

Di umur saya yang ke 40, kabar duka itu sengkarut di media online.
Detik memberitakan kematiannya, sementara kompas menyanggah dengan mengatakan pihak rumah sakit belum menyatakan wafat. Masih ada detak jantung yang terbaca.
Saya malah terbayang, apa jadinya dia diumur 40 seperti saya saat ini.
Bisa jadi posisinya sudah direktur. Pasti sudah melanglang buana dibanyak negara. Sibuk di konfrensi-konfrensi tingkat dunia. Capaiannya pasti sangat jauhh di atas saya pada umur yang sama.

Ternyata nasib punya ceritanya sendiri,.
 Gayatri, gadis cantik nan cerdas itu wafat di umur yang belum genap 18 tahun.
Kabarnya, selepas SMA ia  mencoba menembus universitas terkemuka (info dari media) lalu singgah di jakarta. Kota yang ternyata menuntaskan segala cita-citanya. Ia berhenti di ibukota.
Meninggalkan banyak orang yang menyayangkan kematian mudanya, salahsatunya saya.


Selamat jalan Gayatri Wailissa.
Mungkin kamu sedang belajar bahasa Tuhan, dan saat kamu menguasainya, Tuhan sayang lalu memintamu pulang.



foto:kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar