04/11/14

Aaron

Anak itu pasti bakal bahagia di saat dewasanya.
Kenangan masa kecilnya bisa dipastikan kaya.
Hari ini ia ikut ke kantor seperti beberapa waktu yang lalu.
Ia tidak berenang di kolam kantor karena sedang keruh, gara-gara kebanjiran.

Bersama sang bapak yang merupakan bos saya, ia menikmati seharian di kantor.
berlarian di sela meja kantor. lalu duduk diam memperhatikan orang-orang yang sedang kerja.
Yang paling lama ya di samping bapaknya yang memberi hiburan tab dengan lagu-lagu anak seperti yang biasa nyaring terdengar di toko buku terkemuka. Sementara sang bapak bekerja seperti biasanya.

Bos saya bapak yang baik, ia bisa menjadi teman anaknya, menyuapinya, memberi pilihan makanan mana yang di sukai atau yang tak akan masuk ke mulut mungilnya. Mengajaknya bermain dan memberikan hiburan penghilang jenuh, lalu menidurkan saat kantuk datang.
Semua dilakukan dengan santai, tanpa terlihat menjadi beban sedikitpun.

Saya memperhatikan dari tadi, disela bekerja merapikan tulisan untuk modul, lalu melayoutnya.
Iseng saya berpikir untuk mencatat di blog ini, smoga Aaron suatu saat membaca.

Mungkin suatu saat kenangan di kantor ini luput dari ingatannya yang pasti bakal bersesakan pengalaman asik lainnya, juga ilmu pengetahuan yang sotoy di jejalkan oleh sekolah lewat kurikulum ajaibnya. Smoga dia disekolahkan di Singapura, atau negara maju lainnya. Sehingga lebih fokus belajarnya, lalu menghargai kenangan dan tradisi membaca, lalu menemukan tulisan ini.
Membacanya tentu saja.
Bapakmu hebat nak...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar