06/07/15

Curhat Lewat Garis #NgabuburitVisual


Disela kelas komik curhat kemarin, baik di Lapas Anak Tangerang maupun di Lapas kelas 2A Salemba, saya bereksperimen mengajak anak-anak curhat lewat garis.

Pendekatan awal saya bilang kalau ini metode melemaskan tangan, agar saat menggambar komik tangan tidak kaku saat menggores.
Anak-anak saya ajak membuat garis berpola lingkaran, segi tiga, zik-zak, meliuk, bersudut dan lainnya seperti saya dulu saat belajar Simbol Ekspresi garis (SEG) di kelas Nirmana. Pada saatnya nanti mereka juga akan belajar garis berkarakter.

Hasil yang diharapkan sih, anak-anak bisa mengurai apa yang dikepalanya dan merasakan nyaman setelah "melampiaskan" dalam tarikan garis.

Selama hampir 20 menit anak-anak asik mengikuti instruksi awal saya. 

Awal membuat gambar masih saya pandu, membuat pola segi tiga berulang, lalu membuat segi empat, lalu lingkaran dan seterusnya. Setelah selembar penuh, anak-anak saya minta meneruskan sesuai apa yang ada di kepala mereka. 


Hasilnya ada yang sangat detail dikerjakan pelan, ada pula yang cepat selesai dengan gambar yang penuh pula.
Pola yang dihasilkan pun beragam, sesuai kreativitas masing-masing.

Gambar yang awalnya sama, hasil akhirnya beda satu dengan yang lain.

Saya belum berani menyimpulkan pengaruhnya terhadap tingkat setres atau depresi yang sebelumnya dirasakan oleh anak-anak terkait posisinya sebagai narapidana anak, tetapi rata-rata anak bilang merasa nyaman dan menikmati menggambar dengan pola seperti ini. Beda dengan saat menggambar komik yang harus membuat cerita yang divisualkan, dan itu butuh pemikiran&konsentrasi lebih.



Hasil gambar anak-anak belum bisa saya posting karena belum di scan, menyusul deh. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar