25/10/15

Catatan pendek tentang Durga untuk Zine Vinyetkota

Konon Calon Arang murka lalu membuat ritual pemujaan kepada Durga, sambil merapal harap agar tersebar penyakit mematikan ke seluruh desa, dimana warganya tak ada yang berani menikahi Ratna Manggali anak kesayangannya.
Demikianlah, Durga digambarkan. Kejam, buas dan tak kenal ampun.
Padahal Durga adalah jelmaan Dewi Uma yang jelita. Uma dikutuk oleh suaminya sendiri, Bathara Guru, karena di tuduh selingkuh.
Lalu Uma menjelma menjadi Durga
Dari perempuan cantik jelita menjadi Raseksi buruk rupa.
Sebelum diperistri Btara Guru, Uma, putri dari Umaran dan Dewi Nurweni adalah perempuan dengan kesaktian sangat hebat. Lalu Btara Guru tertantang untuk menaklukkannya.
Penaklukan yang gilang gemilang, karena selain mampu mengalahkan kesaktian Uma, Btara Guru juga mampu menaklukkan hati Uma, lalu memperisterinya.
Tak cukup dikutuk menjadi raseksi, Uma yang kemudian berganti nama menjadi Durga diasingkan di Setra Gandamayit. Tempat paling celaka di dunia.
Uma yang aslinya keras kepala tak tinggal diam dengan kutukan sang Btara Guru. Kutukan balik ia lontarkan yang berakibat sang Btara Guru tumbuh taring yang mengurangi ketampanannya.
Uma sang Durga juga berhasil menguasai penghuni Setra Gandamayit yang terdiri dari rasaksa dan kekuatan gelap menjadi pasukannya.
Dengan pasukannya Durga meluruk Negri Goa Kiskenda dan menaklukkan Mahesa Sura, raksasa kepala Kerbau yang meresahkan kerajaan para dewa.
Durga bisa unjuk taring dihadapan Btara Guru. Bahkan perusuh para dewa bisa ditaklukkannya.
Hidup adalah urusan penaklukan, lalu persekongkolan. Itu dibuktikan Durga.
Seperti saat ia ditaklukkan Btara Guru, diperistri lalu dilukai. Iapun bisa melakukan hal yang sama.

-rahman-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar