12/10/15

catatan sehabis nonton #03

doc: warner bros
Lagu "Smells Like Teen Spirit" milik Nirvana dan "Blitzkrieg Bop"nya Ramones menggema dalam koor anak-anak.
Terdengar dinyanyikan ramai bersahutan saat Peter (diperankan dengan apik oleh Levi Miller) dan anak-anak lainnya mendarat di Neverland. Sebuah pulau yang menjadi lokasi pertambangan dimana ekosistem rusak menjelang hancur.
Peter bergabung dengan ratusan pekerja paksa yang jadi budak Blackbeard (Hugh Jackman) bajak laut kejam yang hidupnya tergantung dari material tambang yang akan membuatnya awet muda.

Hugh di film ini mampu melepas karakter Wolverine lalu menjelma menjadi sosok antagonis kapten Blackbeard yang terancam oleh ramalan akan datangnya anak kecil yang bisa terbang, kemudian akan memimpin pemberontakan melawan dirinya.
Dan bocah itu adalah Peter, anak kecil dari sebuah panti asuhan kusam di Inggris.
Bersama kawan-kawannya Peter diculik kawanan bajak laut untuk menjadi budak di Neverland.

Terlepas dari panti asuhan yang buruk, Peter masuk cengkeraman Blackbeard yang justru membuka pintu dimana ia akan bertemu ibunya, juga tempat dimana ia akan tinggal abadi.
Lalu cerita bergulir dalam ritme yang cepat dan adegan-adegan fantastis memukau. Kapal bajak laut yang terbang kesana kemari bertempur dengan pesawat jet era perang dunia ke satu. Imajinasi campur aduk tetapi digarap apik oleh sang sutradara Joe Wright yang pernah sukses membesut film Anna Karenina,  Pride and Prejudice, The Soloist dan lainnya.
Film menjadi lebih menarik dengan musik garapan John Powel yang dengan elegan memasukkan lagu dari band ternama macam Nirvana dan Ramones.

Dari banyak film tentang Peterpan, PAN menyajikan gambaran lain tentang peterpan, pahlawan anak yang tak pernah mau dewasa, yang di film ini kepahlawanannya dimandulkan
Kapten Hook yang sebelumnya adalah musuh bebuyutan Peterpan, di film ini tidak di setting sebagai penjahat. Atau memang di film ini sebenarnya sedang meniadakan penjahat dan pahlawan.
Semua tampil dan bertahan hidup mengikuti kepentingannya.
Pan berpetualang mencari tempat dimana ibunya berada yang akan menjadi tempat terakhirnya.

"Rumah bukanlah tempat darimana kita berasal, tetapi tempat dimana kita yang menentukan"

Neverland adalah tempat yang ditentukan sendiri oleh Pan.


-Rahman-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar