27/04/17

Catatan Sahabat: 10 Tahun RTJ



Tidak ada anak-anak dan remaja yang berkeinginan menghabiskan salah satu masa pertumbuhannya di lembaga pemasyarakatan (LAPAS). Tetapi, karena satu dan lain hal, sebagian kawan-kawan terpaksa menjalaninya. Setelah bebas menghirup udara segar, tak mudah juga untuk kembali kepada kehidupan biasa. Stempel sebagai mantan anak LAPAS tak pernah hilang. Tetapi, hal ini bukan kiamat. Kawan-kawan Komunitas Rtj membuktikannya. 

Dengan penuh cinta, kehidupan di dalam dan di luar LAPAS dihadapi dengan asyik. Seperti yang disampaikan oleh Gus Irwan Masduqi, "Cinta kemanusiaan itu dasarnya aynu rohmah, di mana seseorang melihat apapun dengan kacamata kasih sayang. Bahkan melihat pendosa juga dengan kasih". Dan, masih menurut Gus Irwan, "... untuk meredam teologi kebencian, kita butuh teulujia naz'ah ansanah, yakni teologi yang berorientasi pada humanisme cinta kemanusiaan". 


Ya, saya sepakat, bahwa segalanya memang tentang dan untuk kemanusiaan. Saya bangga menjadi bagian kecil dari Komunitas Rumah Tanpa Jendela yang digawangi oleh seniman cum pekerja sosial budayaRahman Seblat dan kawan-kawan lainnya yang terus berjuang sampai detik ini.

Tabik.

Tomy Widiyatno Taslim 
Sutradara/ Pekerja Seni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar