24/05/17

Hari buku


Pemerintah menetapkan tgl 17 Mei sebagai hari buku nasional.
Saya tahu ya setelah gugling. Hehe
Ditetapkan oleh pak Abdul Malik Fadjar th 2002 berdasarkan tgl berdirinya perpusnas, 17 Mei 1980
Lalu saya kepikiran untuk ikut2an menetapkan tgl 17 Mei ini sebagai titik awal saya nyambi menjadi pedagang buku. Mendagangkan buku2 buatan sendiri dulu. Kebetulan sekarang membuat buku bukan barang yang ribet lagi
Buku bisa dicetak satuan. Bermodal file pdf yang sudah di layout sudah bisa punya buku
Untuk order bahkan bisa lewat email, lalu bayar jasa kurir untuk mengantar. Mudah dan cepat
Yang susah memang di proses desain, membuat tulisan dan ilustrasi yang menarik
Untuk saya sendiri kepinginnya fokus membukukan hasil corat-coret di sela kerja. Baik yang menjadi vinyet, komik atau "artwork"
Bentuk bukunya pun bermacam. Dari kumpulan komik dan artwork, zine (saya ada zine vinyet kota dan RTJ) tentu saja saya akan menerbitkan buku komik agenda atau artwork agenda, atau bahkan buku yang full manual yang namanya nanti dipikir sambil ngopi. Dan ngerokok tentu saja
Buku menarik untuk dipilih menjadi salah satu bentuk medium berkarya seni. Layout dlm majalah atau buku memberi ruang ekspresi dan daya jelajah visual yg luas dan kaya
Tentunya buat yg sudah bosan dengan Bentuk visual dua dimensi diatas kertas dan kanvas lalu dipigura.
Bukannya itu sudah sangat purba dan membosankan ya?
Kecuali memang masih mengharapkan kolektor atau kolekdol konvensional yang hobi goreng menggoreng itu mendekat, mengendus lalu menjajakannya (mau dongg.. #ehh)
Oke. Jadi mulai setelah postingan ini tayang di TL, saya adalah pedagang ide berbentuk buku
😉

Tidak ada komentar:

Posting Komentar