15/01/18

Mengenang Dolores

image: rolling stones magz

"Do you have to let it linger?
Do you have to, do you have to, Do you have to let it linger?"

"Linger" menjadi lagu The Cranberries pertama yang saya dengar.
Suara khas Dolores membetot telinga untuk kemudian penasaran dan mencari lagu-lagu lainnya. Lalu berturut-turut "Ode To my Family" "Zombie" dan lain-lain menjadi lagu wajib menemani waktu di sela-sela kuliah yang tak kelar-kelar.
Figur Tomboy Dolores pun mulai menggeser selera cantik saya terhadap wanita. Sebelumnya karena keseringan nonton film Hongkong jaman SMP di Bioskop Istana Kota gede dan di Widya Theater yang ada dipojok Alun-Alun Utara Jogjakarta, selera cantik saya tak jauh dari perempuan langsing, rambut lurus panjang dan putih ala Maggie Cheung atau Gong Li. Dolores yang tomboy dan berkesan urakan ditambah suaranya yang khas menjadi idola baru, meski tak sampai membuat saya mengoleksi posternya lalu menempel di dinding kamar. Nggak senorak itu juga sih.

Aksen Irish yang kental dari Dolores memang harus di akui sangat memukau, Dolores sendiri bilang bahwa menyayi adalah caranya mencuri perhatian, diantara kultur Irlandia yang menomorsatukan anak lelaki. Tanpa kerampilan yang menonjol, perempuan hanya menjadi nomor dua tiga empat dan seterusnya.

Popularitas Dolores yang sebetulnya muncul belakangan di The Cranberries, band bentukan Noel Hogan dan Mike Hogan melampaui anggota band lainnya. Jujur, sampai pertengahan 2000an saya baru ngeh nama-nama anggota band The Cranberries lain selain Dolores. 
Sebelumnya The Cranberries  telah memiliki vokalis, tetapi keluar.  Lalu mereka membuat audisi, sampai kemudian terpilih Dolores yang memang sudah menyanyi sejak umur belasan tahun. 
Selain menyanyi Dolores juga lihai membuat syair lagu.
Album pertama The Cranberries sendiri dirilis maret 1993 berjudul Everybody Else Is Doing It, So Why Can't We?  dimana ada lagu "Linger" yang membuat saya jatuh cinta.
Suara Dolores yang membuat saya jatuh cinta, baru secara utuh saya suka warna musik The Cranberries, disela-sela kegilaan saya dengan Grunge.
Dolores yang lahir pada tanggal 6 Desember 1971 pagi ini (16-1-2018) mengejutkan semua penggemarnya dengan berita kematiannya yang mendadak dan simpang siur penyebabnya.
Menghenyakkan saya dan ribuan atau jutaan lain penggemarnya.

Kabar tentang gangguan mental yang dialami Dolores sempat saya baca di sebuah media, yang konon membuatnya harus menjalani terapi. Dan kabar kematiannya kali ini mau tidak mau membuat saya mengaitkan dengan kondisi kejiwaannya
Tetapi apapun penyebab kematiannya tak akan membuat saya kehilangan rasa hormat. Semua orang berhak menjalani hidupnya, juga mengakhirinya.

Selamat jalan Dolores, terimakasih untuk suaramu, serta racikan syair dan musik asik yang membuat hidup penuh warna dan tidak membosankan tentu saja.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar