18/04/18

Dunia Komik dan sekuen yang tak lazim

Sebuah hajatan seni rupa digelar oleh Indonesia Art Award di bulan ini.
Hajatan ini dikemas dalam bentuk kompetisi seni rupa dengan tema "Dunia Komik"
Sebelumnya dalam kompetisi yang rutin diselenggarakan setiap tahun, yayasan seni rupa merespon ide-ide seni rupa dalam bentuk karya seni lukis.

Untuk tahun ini ada hal baru yang muncul, yaitu ide merespon karya komik baik yang konvensional maupun yang kontemporer . Sepertinya panitia berharap bakal muncul karya-karya komik tetapi tidak sekedar komik seperti yang biasa muncul di toko buku. Dan kalau disaksikan hasil akhirnya memang, tampil karya komik beraneka ragam visual. dari komik konvensional dengan sekuensi rapi layaknya komik pada umumnya sampai komik-komik tidak lazim yang merespon kasur, ember bekas, kardus dan lain-lain.

Dari tanggal 2-18 April, karya-karya lolos seleksi ditampilkan secara apik di Galeri nasional jakarta. Ada129 karta terpilih dari 380 karya yang masuk dipajang dengan display yang menarik dan artistik. dari 129 karya itu kemudian dipilih tiga karya sebagai pemenang dan 13 karya pilihan juri..
Evelyn Ghozali memenagi kompetisi ini dengan karya yang bercerita tentang kursi. Kemudian Prabu Perdana dan Patra Aditya sebagai pemenang ke dua dan ke tiga.
ada tiga juri yang terlibat di kompetisi ini, yakni Jim Supangkat, Iwan Gunawan dan Hikmat Darmawan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar